Newest Post

Showing posts with label Mengenal Lebih Dekat Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Mengenal Lebih Dekat Kewirausahaan. Show all posts

Asal Mula Topeng Anonymous ( Guy Fawkes )

| Monday, December 8, 2014
Read more »
Hallo Semua !!
Asal mula Topeng Anonymous
OK, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas Alasan kenapa kelompok Hacktvisme ‘’Anonymous’’ mengenakan topeng ‘’Guy Fawkes’’.! Sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali antara Guys Fawkes dan Anonymous. Sebelumnya kita membahas lebih jauh latar belakang Anonymous, kita akan membahas terlebih dahulu latar belakang Guys Fawkes.
Asal mula Topeng Anonymous
Guy Fawkes
Adalah karakter yang facenya dijadikan topeng identik kelompok hacker cyber cream terbesar di dunia ‘’Anonymous’’. Guy Fawkes adalah pelaku peledakan bom di Gedung Parlemen Inggris. Dia bersama anggotanya melakukan aksi tersebut karena ingin membunuh Raja James 1. Namun aksi Guy Fawkes dan teman-temannya berhasil di gagalkan oleh pihak keamanan kerajaan. Peristiwa pengeboman sekaligus penangkapan Guy Fawkes dan anggotanya terjadi pada 5 November 1605. Namun anehnya, penangkapan hanya di tunjukan pada Guy Fawkes, 30 anggoatanya berhasil meloloskn diri, saya belum bisa memastikan kenapa hanya Guy Fawkes yang tertangkap. Peristiwa pengeboman besar itu di kenal dengan sebutan ‘’Peristiwa Bubuk Mesiu’’ atau ‘’ Gun Powder Plot’’. Untuk mengenang peristiwa tersebut masyarakat inggris menggelar perayaan kembang apa setiap tanggal 5 November. Saya rasa sampai disini sobat sudah mengenal siapa itu Guy Fawkes. Lantas apa hubungannya dengan Anonymous ???
Anonymous
Bagi sobat yang sering berkutat di dunia maya, atau yang sering blogger dan coba-coba menghack sesuatu, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘’Anonymous’’. Di Indonesia sendiri istilah Anonymous mulai tenar pada tahun 2010, dimana pada saat itu Sekelompok hactvisme yang mengaku dirinya Anonymous berhasil melakukan penyerangan terhadap Playstation Network, belum jelas aksi apa yang dilakukannya. Banyak orang yang menyebutkan bahwa Anonymous adalah Hacktvisme yang beranggotakan Hacker-hacker dan Craker-craker yang sangat ahli dalam urusan Hack. Anggapan itu ternyata salah besar !!! Kenapa ??? Setelah saya telusuri di mbah google, ternyata Anonymous hanyalah sekumpulan orang yang suka nimbrung di  4CHAN. 4CHAN adalah salah satu situs tempat forum diskusi, tanya jawab, berbagi, dll deh,,kalo di Indonesia mungkin lebih sering di kenal dengan KASKUS...hehehe. Nah di 4CHAN itu para anggota tidak harus mendaftarkan diri untuk menulis atau mengomentari suatu Post, jadi di bebaskan kepada setiap orang tanpa terkecuali untuk saling berbgai di 4CHAN. Nah para anggota yang tidak mendaftar tersebut teridentitas sebagai ‘’Anonymous’’ atau kalo di terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Tanpa Nama atau Tanpa Identitas.
http://remajasampit.blogspot.com/
Di Kaskuskan ada tuh pembagian forum-forum sesuai dengan pokok pembahasan, ada forum Blog, Anime, Gamer, dll. Begitu juga 4chan, di 4Chan terdapat beberapa forum & salah satu forum yang paling banyak peminatnya adalah forum ‘’RANDOM’’. Forum Random memungkinkan para anggotanya untuk menulis artikel sebabas mungkin, mau masalah Politik, Hukum, Sosial, Pemerintahan, Program, Pornografi, Pokoknya bebas deh mau apa,, mau Nungging juga boleh,,hehehe. Nah akibat dari kebebasan yang tak terbatas, maka 4Chan juga dijadikan forum untuk membahas tentang Batasan-batasan yang dilakukan pemerintah terhadap Teknologi dan Internet, mereka membahas tentang gerakan perlawanan terhadap kebijakan yang membatasi Dunia Maya. Para Anonymous berpendirian bahwa ‘’Tidak ada batasan dalam berinternet, dan Internet merupakan suatu yang Harus Gratis !!’’.
http://remajasampit.blogspot.com/
Nah dari situlah para Anonymous mulai menyerang situs-situs yang di anggap terlalu Mengekang dan melawan keinginan mereka. Anonymous tidak asal hack !!! mereka memikirkan dan membahas secara matang-matang target yang akan dijadikan sasaran Hack. Memang tak dapat di pungkiri bahwa dari banyak Anggota Anonymous ada sebagian yang Jago soal Hack dan Crak. Nah sekarang sobat sudah tau kan siapa Anonymous. Anonymous tidak jauh beda dengan Kaskuser. Sekarang kita akan membahas tentang kaitan Topeng Guy Fawkes dengan Anonymouse.
Asal mula Topeng Anonymous 
Sudah saya jelaskan di atas bahwa Tidak ada sama sekali Hubungan antara Guy Fawkes dengan Anonymous. Guy Fawkes bukan anggota dari Anonymous !!! Menurut  hasil pencarian mbah Google, alasan yang paling mendukung mengapa Anonymous menggunakan topeng Guy Fawkes adalah, Terinspirasi dari film yang berjudul ‘’V for Vendetta’’. Film ‘’V for Vendetta’’ menceritakan tentang seorang yang yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Inggirs yang telah membuat masyarakat tidak berdaya. Dalam film ini, tokoh V mengenakan Topeng yang di ambil dari facenya Guy Fawkes, mungkin karena Guy Fawkes yang juga merupakan tokoh yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah inggirs, sehingga tokoh V disamakan dengan Guy Fawkes. Nah.. karena Missi dan tujuan Tokoh V dan Guy Fawkes yang sama dengan tujuan Anonymous, yaitu sama-sama menentang sistem pemerintahan yang mengekang kebebasan, maka Anonymous menggunakan Topeng Guy Fawkes sebagai ciri khas mereka. Itulah alasan mengapa Anonymous memakai topeng Guy Fawkes ..
http://remajasampit.blogspot.com/
Cukup sekian informasi yang sederhana dari saya, semoga dapat bermanfaat buat sobat semua. Apabila ada kesalahan penafsiran saya mohon maaf dan tolong di kritik, karena artikel ini saya buat dari berbagai informasi yang saya dapat di Internet. Terima kasih atas kunjungan sobat..

Asal Mula Topeng Anonymous ( Guy Fawkes )

Posted by : Unknown
Date :Monday, December 8, 2014
With 0comments

Motivasi Kesuksesan

| Tuesday, November 18, 2014
Read more »
Dapatkah Kalian Memetik Hikmah Dari Video Motivasi Di Bawah ?





Motivasi Kesuksesan

Posted by : Unknown
Date :Tuesday, November 18, 2014
With 0comments

Membangun Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)

| Thursday, November 13, 2014
Read more »
Membangun Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
Bisnis (wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor) merupakan bisnis yang pada umumnya selalu ramai pelanggan mengingat bisnis (wirausaha) fotokopi dan ATK (alat tulis kantor) banyak dibutuhkan di berbagai kalangan dan lapisan masyarakat pada umumnya.

Menjalankan bisnis (wirausaha) fotokopi dan ATK (alat tulis kantor) tidak memerlukan keahlian khusus tertentu. Namun perlu diketahui mengenai strategi-strategi marketing, pengelolaan keuangan, juga termasuk pemasok-pemasok ataupun jasa layanan servis dan perawatan untuk menjalankan bisnis (wirausaha) fotokopi dan ATK (alat tulis kantor). Beberapa hal yang dapat dijadikan perhatian dalam memulai bisnis (wirausaha) fotokopi dan ATK (alat tulis kantor) antara lain :

Prospek Usaha Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
  • Banyak dibutuhkan di banyak kalangan masyarakat.
  • Cukup mudah dikelola.
  • Tingkatan konsumen yang luas.
Persiapan Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
  • Tempat Usaha (sewa kios, pertokoan, mall ataupun halaman garasi rumah).
  • Peralatan (mesin fotokopi, alat pemotong kertas, mesin laminating, etalase, meja, kursi, dsb).
  • Pemasok alat tulis kantor (pemasok terkemuka di Indonesia).
  • Pemasok mesin fotokopi (bisa mencari di internet, media cetak ataupun menanyakan langsung pada ATK yang sudah lama berdiri, mesin bisa baru ataupun bekas).
  • Karyawan (jika diperlukan).
  • Pengetahuan tentang teknik fotokopi, potong kertas, penjilidan dan laminating.
  • Pengatahuan tentang servis berkala mesin fotokopi.
Strategi Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
  • Lokasi Usaha (Anda bisa memulainya dari halaman garasi Anda ataupun bisa menyewa kios atau etalase di mall yang tertunya berdekatan dengan lokasi perkantoran ataupun sekolah dan kampus).
  • Pilihlah barang-barang yang cepat terjual habis dari beragam merk barang yang ada untuk menghemat ruang gudang Anda.
  • Desainlah ruangan usaha Anda serapi dan sebersih mungkin agar lebih menarik minat konsumen.
  • Berikan paket harga penjilidan ataupun diskon yang terkait dengan jumlah fotokopi halaman.
  • Selalu jalin hubungan baik dengan pelanggan Anda dan berikan servis yang cepat dan tepat.
Kemungkinan Hambatan Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
  • Modal (bisa disiasati dengan penjualan aset, patungan).
  • Sepi konsumen (tingkatkan pelayanan Anda dari segi kualitas dan kecepatan, juga mutu barang yang Anda jual).
Ilustrasi Perhitungan Titik Balik Modal Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)
  1. Investasi Awal
    • 2 buah mesin fotokopi (bekas) Rp. 14.000.000
    • Peralatan dan perlengkapan Rp. 7.500.000
    • Persediaan barang dagangan Rp. 7.000.000
    • Cadangan Rp. 1.000.0000
    Total Investasi Rp. 29.500.000

  2. Pendapatan / Bulan
    Asumsi Rp. 300.000/hari : 30 x Rp. 300.000 = Rp. 9.000.000
    Total Pendapatan Rp. 9.000.000

  3. Pengeluaran / Bulan
    • Gaji Karyawan Rp 1.500.000
    • Kertas Fotokopi Rp. 500.000
    • Tinta Fotokopi Rp. 250.000
    • Sewa Kios Rp. 600.000
    • Listrik, air, telp Rp. 300.000
    • Promosi Rp. 250.000
    • Lain-lain Rp. 500.000
    Total Pengeluaran Rp. 3.900.000

  4. Laba Bersih / Bulan
    Pendapatan/bln - Pengeluaran/bln = Rp. 5.100.000

  5. Titik Balik Modal
    Investasi Awal : Laba Bersih/bulan = 6 bulan
Sumber (dengan sedikit penyesuaian) :
Ilham Buchori. 2009. 14 Peluang Usaha di Kala Krisis. Maxikom : Palembang.

Membangun Bisnis (Wirausaha) Fotokopi dan ATK (Alat Tulis Kantor)

Posted by : Unknown
Date :Thursday, November 13, 2014
With 0comments

Cara Budidaya Jamur Tiram

|
Read more »
image

PERSIAPAN

Sebelum membudidayakan jamur tiram ada beberapa pasilitas yang harus disiapkan diataranya :

KUMBUNG/RUMAH JAMUR

Rumah jamur atau dengan istilah lain kumbung adalah tempat menyimpan media tanam agar pertumbuhan jamur dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jamur yang berkwalitas (baik dari segi berat dan bentuk).

Bahan untuk membuat rumah jamur usahakan dari bahan yang mudah didapat disekitar lokasi, murah dan kuat.
Buatlah rumah jamur dari bahan yang mudah didapat di sekitar area lokasi, misalnya dari bahan bambu untuk tiang (konstruksi), dindingnya pakai gedek (anyaman bambu) dan atapnya dari genteng tanah liat.
Bila bahan tsb sulit juga didapat buatlah atapnya dari bahan alang-alang termasuk dindingya atau dari daun-daun kelapa yang dianyam.
Pada prinsipnya yang paling mudah, sederhana, murah dan kuat.
Penutup atap jangan mempergunakan ASBES, dengan alasan ruangan akan menjadi panas.
Untuk lantai bawah tdk harus diplester (biarkan tanah kalau perlu lapisi pakai pasir). Buatlah suasana didalam bangunan tersebut menjadi LEMBAB dan DINGIN karena jamur akan tumbuh dengan baik.

Cara penggunaan :
  • Bila bangunan kumbung sdh selesai dibuat jangan langsung dimasukan media tanam tetapi bersihkan area kumbung baik luar maupun dalam dari segala sampah dan kotoran bekas kerja.
  • Bersihkan pakai (disemprot) khusus bagian dalam (dari atas sampai bawah).
  • Kemudian semprotlah ruangan pakai obat kimia untuk mematikan bakteri-bakteri (agar area dalam menjadi steril) misalnya pakai obat jenis pungisida.
  • Lumuri seluruh permukaan kumbung dan juga rak dengan kapur
  • Diamkan sekitar 2 x 24 jam agar bau obat hilang dan pintu harus slalu tertutup.
  • Setelah itu masukan media tanam yang sdh terbungkus milesium 100 % (siap tumbuh jamur) baik dari ruang inkubasi hasil pembibitan sendiri maupun membelinya dari supplier.

RAK UNTUK MENATA BAGLOG DIDALAM KUMBUNG

Salah satu pasilitas yang dibutuhkan dalam membudidayakan jamur tiram adalah kumbung atau bangunan untuk membudidayakan jamur tiram telah tersedia, maka dimana didalamnya harus dibuat beberapa rak untuk menata baglog-baglog jamur tiram yang akan dibudidayakan, dalam membuat rak-rak tersebut yang harus diperhatikan adalah peletakannya, harus diatur berapa ukuran rak, berapa banyak rak yang dibutuhkan dan tidak lupa ukuran lebar jalan didalam kumbung supaya mempermudah disaat pemanenan

Ukuran kapasitas rak adalah:
Tinggi 1tahap:40cm
Lebar :40cm
Panjang :1m
Ukuran rak seperti ini bisa menampung sebanyak 72log ukuran 20x35cm, atau 80log ukuran 18x35cm per meternya

Nah tinggal menyesusikan dengan kebutuhan jumlah log yang akan dibudidayakan

Jika semua pasilitas kumbung beserta rak-raknya sudah siap dan juga dengan persediaan baglog baik dengan membuatnya sendiri atau dengan membelinya dari orang lain maka langkah yang harus anda lakukan adalah menata baglog dengan rapi diatas rak-rak yang sudah anda sediakan didalam kumbung, baik dengan posisis vertikal maupun horizontal.
Lalu selanjutnya tugas anda adalah merawat baglog-baglog tersebut supaya jamur dapat tumbuh dengan baik dan maksimal.
  • ALAT yang dibutuhkan dalam merawat baglog


    • 1. Pompa air atau suber air
    • 2. Sprayer (nozzle atau kran)
    • 3. Selang air
    • 4. Pisau
    • 5. Thermometer
  • CARA MERAWAT BAGLOG MENJELANG PANEN PERTAMA


    • Pembukaan cin-cin dan kertas penutup baglog
      • Setelah baglog dipastiakan full misellium maka buka cin-cin dan kertas penutup baglog,
      • setelah keduanya terlepas lalu diamkan selama 5 hari, dan pada waktu yang sama pelembaban lantai sudah bias dilakukan dengan cara menyiramnya,
      • setelah 5 hari potong plastik ujung baglog agar permukaan media tanam terbuka lebar, sehingga jamur dapat tumbuh dengan bebas
    • Penyiraman atau pengkabutan baglog
      • Setelah pemotongan plastic ujung baglog diamkan selama 3 hari jangan dulu disiram atau dikabut, tetapi pelembapan lantai terus dilakukan,
      • Setelah 3 hari lalu mulai lakukan penyiraman atau pengkabutan pada baglog sesuai kebutuhan, dalam arti bisa 1x,2x bahkan lebih sesuai kondisi suhu, suhu yang harus dicapai yakni kisaran antara 18 s/d 24ºC, maka untuk memudahkan memastikan suhu maka diperlukan thermometer diruangan kumbung,
      • Setelah usia baglog beberapa hari terhitung setelah pembukaan tutup baglog, maka bibit jamur dalam baglog akan mulai tumbuh dan membentuk daun/tiram jamur, (pinhead) Dan setelah 24 jam jamur akan membesar maksimal, artinya jamur siap dipanen.
  • CARA MERAWAT BAGLOG MENJELANG PANEN KEDUA


    Setelah panen pertama tidak banyak langkah-langkah yang harus anda lakukan, hanya menjaga kelembapan dan suhu diruang budidaya sehingga tidak kurang atau lebih dari suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur
  • CARA MERAWAT BAGLOG MENJELANG PANEN KETIGA


    Setelah panen kedua maka yang harus dilakukan adalah menjaga pengerasan pada baglog, dengan cara refresh ruangan dan juga baglog dengan langkah-langkah:
    • Cungkil media baglog yang sudah panen ke 2
    • Sanitasi seluruh ruangan
    • Proses penyiraman atau pengkabutan ditunda selama 2 hari
    • Setelah 2 hari lakukan penyiraman dan pengkabutan seperti biasa.
  • CARA PERAWATAN MENJELANG PANEN KEEMPAT


    Pada panen ke 4 perlakuannya sama dengan perlakuan menjelang panen ke 2

CATATAN


1-Pada umumnya hasil panen ke 1 ke 2 dan seterusnya akan mengalami penurunan bobot hasil panen
2-Pada umumnya baglog berkapasitas 4 kali panen, akan tetapi terkadang ada yang masih bisa sampai penen ke 5, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
-perawatan yang sangat teliti
-kualitas kandungan nutrisi dalam baglog
3-setelah baglog tidak produktif lagi maka baglog tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk

Cara Budidaya Jamur Tiram

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

manis organik

|
Read more »

Kiat sukses budidaya jagung manis organik
Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata) lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dari sisi nilai jual, jagung manis menawarkan harga yang lebih baik sehingga animo budidaya jagung manis tak pernah surut. Karena sifatnya yang bisa dikonsumsi langsung seperti jagung bakar atau jagung rebus, pasar jagung manis terbuka sampai ke tingkat retail.
Jagung manis berkembang dari tipe jagung biasa jenis dent dan flint. Pada jagung manis terjadi mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis meningkat mulai hari ke-5 hinggan hari ke-15.
Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia jagung manis bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan dengan ketinggian 1.800 meter dpl bahkan dibelahan dunia lain bisa tumbuh pada 3.000 meter dpl. Suhu optimum untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21-27oC, pada masa perkecambahan benih 23-27oC. Secara teori budidaya jagung manis bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5-8 pH.
Budidaya jagung manis tidak akan maksimal apabila kebutuhan hara tidak tercukupi. Tanaman ini memerlukan unsur nitrogen (N) dalam jumlah besar. Namun pemberian pupuk harus memperhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P).

Pengolahan lahan secara organik

Budidaya jagung manis bisa ditanam di lahan bekas sawah secara langsung atau bisa dibuat bedengan. Apabila lahan yang dipakai bekas sawah, usahakan agar lahan tidak tergenang air. Bedengan pada tanaman jagung berfungsi untuk mengatur saluran drainase. Bedengan bisa dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Atur jarak antar bedengan sebesar 30 cm. Dalam satu bedeng bisa ditanam dua larik tanaman.
Pemupukan dasar untuk budidaya jagung manis organik sebaiknya campuran dari pupuk kotoran ayam dengan kotoran sapi atau kambing dengan komposisi 1:1. Pupuk kotoran ayam memberikan kadar N yang banyak dan lebih cepat terurai, sedangkan pupuk kotoran sapi atau kambing lebih kaya akan K dan P. Kebutuhan pupuk dengan metode organik adalah sekitar 5 ton per hektar.

Penanaman dan perawatan

Penanaman jagung manis paling efektif dengan cara ditugal. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm kemudian masukan 2 butir benih jagung. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Kebutuhan benih budidaya jagung manis adalah 8 kg per hektar.
Jarak tanam pada budidaya jagung manis adalah 60-75 cm. Jarak tanam ini mengikuti jumlah populasi ideal tanaman. Budidaya jagung manis akan munai hasil baik dengan menjaga populasi tanaman sebanyak 34.000-37.000 tanaman per hektar.
Kiat sukses budidaya jagung manis organik

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang banyak ditemukan dalam budidaya jagung manis antara lain penggerek, penggerek tongkol, belalang, kutu daun dan tikus. Berikut sifat-sifat hama pada tanman jagung manis:
  • Penggerek batang jagung (O. furnacalis), hama ini menyerang tanaman pada vase vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah. Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva.
  • Ulat Tongkol (H. armigera), hama ini menyerang tongkol jagung. Pada awalnya imago meninggalkan telur pada rambut-rambut jagung. Setelah larva tumbuh akan masuk kedalam tongkol. Hama ini mempunyai kebiasaan berpindah-pindah, sehingga kerusakan yang ditimbulkan pada tongkol jagung bisa lebih banyak dibanding jumlah larvanya. Pencegahan terhadap hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang akan mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya. Musuh utama dari hama ini adalah Trichogramma spp. yang merupakan parasit telur dan Eriborus argentiopilosa parasit pada larva muda.
  • Kutu Daun (R. maidis), hama ini mengeluarkan embun madu pada daun yang berubah menjadi jelaga warna hitam. Noda-noda tersebut akan menghambat daun melakukan fotosintesis. Musuh alami hama ini adalah Lysiphlebus mirzai, Coccinella sp. dan Micraspis sp. Kultur teknis yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan hama ini dengan melakukan polikultur tanaman atau menumpangsarikan jagung manis dengan tanaman lain.
  • Belalang (Oxya spp.), hama ini banyak berkembang didataran rendah yang berupa padang rumput atau pesawahan. Beberapa musuh alami belalang adalah Systoechus sp., burung dan laba-laba. Selain itu patogen seperti Metarhizium anisopliae merupakan musuh belalang. Metarhizium anisopliae merupakan bahan biopestisida yang sanggup mengendalikan 70-90% hama belalang.
  • Tikus (Rattus argentiventer), hama ini biasanya menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu, umumnya tikus memakan tongkol dari ujung hingga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus dari sarangnya.
Disamping hama, budidaya jagung manis tidak terlepas dari serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun cendawan. Berikut beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman jagung manis terutama yang ditanam di daerah tropis:
  • Bule (Peronosclespora Maydis), gejala penyakit bule adalah permukaan daun bergaris-garis putih sampai kuning diikuti dengan warna coklat. Kemudian kerusakan menyerang tongkol. Penyakit ini bisa menyerang disepanjang musim tanam, namun kasus terbesar menyerang budidaya jagung manis yang ditanam diluar musim atau terlambat tanam. Serangan penyakit ini menyebabkan kerusakan yang besar, bisa menyebabkan kehilangan hinga 100%. Serangan penyakit bule bisa dihindari dengan pemilihan varietas benih yang tahan P. Maydis, memusnahkan tanaman terinfeksi, penanaman sesuai musim, dan rotasi tanaman.
  • Karat (Puccinia sorghi), gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas. Penyakit ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23oC dengan kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul pada permukaan daun.
  • Hawar daun (Helminthosporium turcicum), penyakit ini menyerang daun dengan gejala awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua (bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering seperti terbakar. Untuk mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis non-organik bisa diaplikasikan fungisida.
  • Hawar daun (Curvularia sp.), cendawan ini menyebabkan hawar daun dengan gejala awal bercak tak beraturan di ujung daun, pusat bercak berwarna coklat keputihan dengan pinggiran coklat tua. Bercak meluas ke pangkal daun hingga membuat seluruh daun mengering. Penyakit ini cepat menyebar pada kondisi kelembaban dan curah hujan tinggi. Pengendaliannya dengan memilih varietas tahan, perbaikan drainase tanah, meningkatkan sanitasi kebun dan menghilangkan tanaman atau bagian tanaman yang terkena.
  • Hawar pelepah (Rhizoctonia solani), gejalanya berupa busuk pada pelepah. Awalnya menyerang pada bagian tanaman yang terdekat dengan tanah kemudian menjalar ke bagian lain. Pada varietas tertentu bida menyerang hingga ke tongkol buah. Pengendaliannya dengan mengatur budidaya jagung manis ke musim kemarau, menanam varietas yang memiliki jarak tongkol dari tanah cukup tinggi, merompes daun-daun yang bersentuhan dengan tanah, menyiangi kebun, memotong bagian tanaman yang terserang dan mengaplikasikan rotasi tanaman.

Panen budidaya jagung manis

Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. Sepuluh hari sebelum panen utama, sebaiknya dilakukan panen jagung muda. Pada masa ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol yang paling bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal. Selain memetik tongkol muda, papaslah daun bagian bawah sebanyak 2-3 helai. Apabila muncul kembali tunas-tunas buah muda sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis bisa dilakukan setelah tanaman berumur 65-75 hari.
Metode panen seperti ini cocok dilakukan untuk jenis tanaman jagung manis satu tongkol. Jenis ini digunakan luas oleh para petani di Indonesia, seperti varietas Seleksi Dramaga-2 (SD-2). Ada juga varietas jagung manis 2 tongkol, dimana dua tongkol jagung dibiarkan tumbuh hingga panen akhir.

manis organik

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Cara budidaya timun suri organik

|
Read more »

Budidaya timun suri organik
Timun suri, dari sisi nama dan bentuknya, orang banyak mengasosiasikan tanaman ini dengan sebagai jenis-jenis mentimun. Namun tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka dan blewah dibanding mentimun?
Riset yang dilakukan Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sementara mentimun 2n=14.  Bentuk daun timun suri lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon. Untuk referensi lebih lanjut silahkan baca bukti ilmiah timun suri.
Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang memiliki hama seperti mentimun. Upaya pengendaliannya pun biasanya diperlakukan sama. Hanya saja timun suri lebih bandel dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh.
Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, kandungan Vitamin C dalam timun suri juga tinggi, mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain vitamin buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi.

Pengolahan lahan

Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.

Penanaman timun suri

Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.
Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.

Perawatan budidaya timun suri

Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Selanjutnya jika tanaman sudah tua dan berbuah, timun suri mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.
Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.

Pemanenan

Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.
Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.

Cara budidaya timun suri organik

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Cara menanam tomat dalam polybag

|
Read more »


Cara menanam tomat dalam polybagTomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini bisa tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat menghendaki tanah yang subur dan gembur, dengan pH sekitar 5,5-7.
Di alam bebas pohon tomat berbentuk seperti perdu, ketinggiannya bisa mencapai tinggi 3 meter. Namun setelah dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih dari 2 meter dan biasanya ditopang oleh ajir atau tali untuk menahan agar tidak roboh.
Tanaman tomat bisa tumbuh baik di berbagai media seperti lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan media pot atau polybag. Pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan tentang cara menanam tomat dalam polybag. Bila ingin mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan umum budidaya tomat.

Pemilihan jenis tanaman

Secara umum, orang membedakan tomat dari bentuk buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni, (1) Tomat buah atau tomat granola, bentuknya bulat dengan pangkal mendatar (2) Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus, (3) Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut, (4) Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.
Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama pilih jenis tomat dan varietas yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat budidaya dengan varietas tomat yang akan dipilih, terutama untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat.
Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat dari berbagai varietas bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan mengenai sifat-sifat tanaman bisa dibaca pada label yang tertera dalam kemasan benih.

Penyemaian benih tomat

Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Benih yang berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan karena benih yang baru tumbuh memerlukan perlakuan yang berbeda dengan tanaman yang telah tumbuh besar.
Siapkan tempat dan media persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung. Media persemaian bisa bermacam-macam, silahkan baca cara membuat media persemaian untuk hortikuktura.
Bentuk persemaian bisa berupa bedengan, rak semai, atau polybag semai.
Untuk persemaian dengan bedengan, buat larikan diatas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat pada tiap larik dengan jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.
Untuk persemaian yang menggunakan ploybag, isi polybag dengan media persemaian. Bila tidak ada polybag bisa menggunakan kantung semai dari daun-daunan (bekong). Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih.
Setelah benih disemaikan, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan persemaian.
Pemupukan tambahan bisa diberikan setelah dua minggu dengan pupuk cair organik, pupuk kompos atau NPK. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah penyiangan. Jangan sampai tumbuh gulma dalam area persemaian. Bibit tanaman tomat siap dipindahkan dari tempat persemaian ke dalam polybag setelah 30 hari atau sudah memiliki setidaknya 5 helai daun.

Pemindahan bibit tomat

Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya lihat cara membuat media tanam untuk polybag.
Terdapat dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit dengan dicabut. Caranya, siram persemaian dengan air agar media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus atau rusak. Kemudian masukkan tanaman tersebut secara tegak lurus pada lubang tanam yang ada dalam polybag. Posisi akar harus tegak lurus jangan sampai bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai dengan panjang akar.
Kedua, memindahkan bibit dengan diputar. Caranya tanaman tomat diangkat dengan media yang ada disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm dengan sekop atau tangan. Kemudian angkat dan pindahkan berikut dengan tanahnya.
Untuk bibit dalam polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar. Polybag semai dari plastik bisa dipakai berulang-ulang.

Pemeliharaan dan perawatan

Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag atau pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga agar media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar.
Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apabila ada tanaman yang layu atau mati, cabut segera dan buang media tanamnya agar tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman.
Pupuk tanaman setelah satu minggu dengan kompos sebanyak satu genggam untuk setiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos setiap bulan, atau bila terlihat tanaman kurang subur. Bila tanaman akan berbuah bisa ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair.
Hama dan peyakit tanaman tomat lumayan banyak. Bila terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual. Buang daun atau batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilakukan apabila benar-benar diperlukan. Agar lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan gunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca cara membuat pestisida organik.

Pemanenan

Tanaman tomat dalam polybag sudah bisa dipanen setelah 3 bulan, tergantung dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun terlihat kering dan batang menguning. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja.
Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu terik. Demikian uraian singkat tenang cara menanam tomat dalam polybag.

Cara menanam tomat dalam polybag

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Panduan lengkap budidaya ikan lele

|
Read more »


Panduan praktis budidaya ikan lele
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.
Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.
Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.
Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.
Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.
Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Panduan budidaya ikan lele

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.
Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.
Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.
Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Panduan lengkap budidaya ikan lele

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments
Prev
▲Top▲