Newest Post

Showing posts with label Kepribadian. Show all posts
Showing posts with label Kepribadian. Show all posts

5 Cara Meningkatkan (Melatih) Kecerdasan Emosi (EQ)

| Thursday, November 13, 2014
Read more »
Dengan mengembangkan (melatih) kecerdasan emosi (EQ / Emotional Quotient) diyakini dapat menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik dalam menjalani rona ragam samudera kehidupan. Kecerdasan emosi erat berkaitan dengan perasaan, sikap dan kepribadian seseorang sehingga ia mampu membina hubungan dengan orang lain.

Kecerdasan emosi dapat dilatih, diasah dan dikembangkan melalui beragam cara. Di antaranya ialah dengan mengenal emosi diri, mengelola/mengekspresikan emosi, memotivasi diri, mengenal emosi orang lain serta membina hubungan. Penjelasan cara-cara / langkah-langkah tersebut antara lain :

Mengenal emosi diri
Anda dapat bertanya pada hati Anda yang terdalam seperti apakah perasaan Anda sesungguhnya. Apakah Anda merupakan tipikal seorang pemarah, pemberani, penakut, pencemas, peragu atau pemalu dan sebagainya.
Anda dapat mengetahui pada saat apa dan bagaimana Anda marah, takut, gelisah, gembira, bersemangat dan sebagainya. Dengan harapan bahwa setelah mengenal emosi diri, maka akan segera muncul kesadaran diri bahwa Anda sedang merasakan perasaan sedih, senang, takut ataupun cemas. Kesadaran diri untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu datang melanda merupakan dasar dari kecerdasan emosi.
Mengelola/mengekspresikan emosi
Perasaan marah, takut, cemas atau bahagia adalah emosi yang wajar. Perasaan itu menjadi tidak wajar ketika Anda mengekspresikannya secara berlebihan. Sebagai contoh, Anda sangat mencemaskan suatu hal yang belum tentu terjadi. Contoh kasus yang kadang terjadi adalah saat mengikuti ujian CPNS atau ujian rekrutmen karyawan. Pada saat itu muncul perasaan cemas dan takut terutama saat menjelang tes wawancara dimana kita berhadapan dengan pewawancara yang ikut menentukan hasil ujian. Perasaan-perasaan tersebut apabila tidak dikendalikan/dikelola dengan baik bisa menjadi suatu hambatan. Dengan melatih pengendalian/pengelolaan perasaan, niscaya dapat melalui tahap ujian/wawancara dengan baik.
Memotivasi diri
Memotivasi diri dapat menumbuhkan semangat, percaya diri, ketekunan dan ketahanan mental. Memotivasi diri dilakukan agar terbiasa berpikir positif. Motivasi yang kuat akan menumbuhkan ketahanan mental yang kuat pula dalam menghadapi berbagai situasi sulit.
Mengenal emosi orang lain
Dengan mengenal emosi orang lain akan melatih cepat tanggap terhadap lawan bicara, dimana lawan bicara pada saat sedih, gembira, takut ataupun marah. Emosi dapat dikenali dari pesan-pesan non-verbal, melalui nada bicara, sorot mata, gerak-gerik tubuh, ekspresi wajah, dsb. Dengan terbiasa membaca pesan-pesan non-verbal memudahkan dalam bergaul. Untuk mengenali emosi orang lain diperlukan mengenali emosi diri sendiri. Semakin kita dapat mengenali emosi diri, semakin mudah mengenali emosi orang lain.
Membina hubungan
Kecerdasan emosi juga berkaitan dengan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Adapun salah satu kuncinya adalah membuka hati untuk menerima kelebihan dan kelemahan orang lain. Perlu juga menjaga kode-kode rahasia hubungan sehingga tidak semua hal terutama yang berhubungan  dengan privasi perlu diungkapkan.
Belum ada kata terlambat untuk belajar. Hidup terus selalu bergerak, melangkah dengan keyakinan dan semangat baru. Cara sederhana untuk belajar adalah dengan mendengar suara-suara yang berkecamuk di dalam dada. Kadang suara tersebut terdengar berseberangan. Yang satu terdengar mengharuskan Anda berbuat begini, sedang yang satu mengharuskan Anda berbuat begitu. Itualah suara-suara hati Anda.
Diperlukan pengendalian diri terhadap berbagai emosi, terutama saat emosi tersebut sedang melanda. Bagaimana Anda mengendalikan diri ketika marah, tidak terpuruk ketika merasa kecewa, mampu bangkit dari kesedihan, memotivasi diri untuk menghadapi tekanan, mengatur diri dari kemalasan, menetapkan target yang menantang namun wajar serta dapat menerima keberhasilan ataupun kegagalan dengan lapang dada.

5 Cara Meningkatkan (Melatih) Kecerdasan Emosi (EQ)

Posted by : Unknown
Date :Thursday, November 13, 2014
With 0comments

CARA MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF

|
Read more »
A. Pengertian

Sikap adalah kecendurungan  seseorng untuk bertindak atau bertingkah laku.
setiap orng akan memperlihat kan tingkah laku yang berbeda karna antara mereka memiliki perbedaan sikap.
kecenderungan seseorang untuk bertindak dapat bersikap positif dan negaif
sikap seseorng selalu berhubungan dengan norma yg berlaku. 
seseorng menentukan sikap selalu harus sesuai dengan norma yang berlaku diman dy dia tinggal
seseorng yg bersikap positif akan menunjukan sikap menerima atau  perlihatkanmemengakui, menyetujui, melaksanakan norma dimn dy berada.
seseorng menetukan sikap negatif apabila dy menejukan sikap penolakan terhadap norma dimn dy berada


B. Langkah-Langkah Menumbuhkan Sikap Positif
  1. menentukan dan menganalisin objak yg akan di kenai sikp positif. antr lain tata tertib sekolh, pelajaran, guru, teman, sahabat, orang tua, tetagga dan norma.
  2. menentukan tujaun. pastikan bahwa dengan menyenangi objek yg telah ditentukan anda mendapat manfaat dari diri anda. SEBALIK NYA
    Contoh:
      diki berpikir bahwa minum ekstasi tidak menguntungkan darinya, bahkan hanya merusak tubuh nya dan dapat dikenai sanksi hukum dan tidak menguntungkan dirinya sebalik nya akan merugiakan dr nya sendiri ( meengambil sikap negatif )
  3. selalu menaati norma yg berlaku. mengatur tentang baik buruk nya kehidupan yg kita jalani unuk menetukan tinggah laku dalam sebuah tempat dim kita berada di t4 itu
  4. selalu mengulangi. bila anda selalu mengulangi sikap posistif yag telah anda miliki, anda akan selalu bersikap sama terhadap objek yg sama
C. Manfaat Bersikap Positif
  • meninkatkan disiplin diri
  • memperoleh hasil yg mememusakan
  • terhidar dari sanksi
Tingkah laku seseorang yg menunjukan penolakan dan tidak menerima norma yg berlaku di tempat ia berada akan merugikan dirinya sendr. seseorang yg melanggar norma daapat di kenai sanksi, ada dua sanksi , yaitu sanksi sosial dan sanksi hukam.
CONTOH sanksi soaial :

  • karena paijo tidak pernah melaksanakan tugas piket di kelas, Paijo akhir nya di kusil kan teman sekelas nya
CONTOH sanksi hukum :
  • karena paijem tidak membawa KTP saat ujian sekolah, Paijem mendapat hukuman dengan d sendr kan ujian nya
Dalam mengembangkan sikap positif , lanhkah-langkah pokok yg perlu di lalukakan seseorang adalah menelaah dan memahami sikaap dirinya selama ini, baik sikap terhdap keluarga, masayarakat sekolah dan sikap terhadap kegiatan belajar mengajar disekolah

CARA MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments
Prev
▲Top▲